Seputar Informasi Terkini dan Warisan Batur
Om Swastyastu
Om Anobadrah Kretawoyantu Wiswatah
(Ya Tuhan, Semoga Pikiran Yang Baik Datang Dari Segala Penjuru)
Angayubagia, atas asung kertha Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, Ida Bhatara-Bhatari, dan para Lelangit Batur, pada Senin Wage Dukut, bertepatan dengan Purnama Kartika (Kapat) Isaka 1944, 10 Oktober 2022, Lingkar Studi Batur meluncurkan media literasi komunitas dengan nama bebaturan.id. Website ini dipersembahkan kepada publik, khususnya bagi generasi muda Batur, sebagai media literasi dan informasi tentang segala warisan Batur, termasuk informasi terkini seputar Batur dan sekitarnya.
Tentang Bebaturan.id
Bebaturan dan Kegelisahan
Dunia saat ini tengah melaju dengan pesat. Kemajuan teknologi dan arus informasi yang semakin dinamis menciptakan beragam peluang dan tantangan bagi seluruh lapisan umat manusia. Perkembangan mengharuskan setiap orang untuk beradaptasi menyesuaikan diri dengan dinamika zaman.
Berangkat dari kondisi tersebut Lingkar Studi Batur memberanikan diri untuk mempersembahkan kanal literasi komunitas yang diberi nama bebaturan.id. Bebaturan secara harfiah dapat diartikan sebagai ‘fondasi’ atau ‘bangunan suci’. Oleh karena itu, kanal ini dimaksudkan hadir dengan visi menguatkan dan memuliakan nilai-nilai ke-Batur-an. Bebaturan.id dipersembahkan kepada khalayak ramai dengan penuh kerendahan hati dan dilandasi semangat untuk meneruskan warisan leluhur Batur ke generasi masa kini dan masa depan.
Bebaturan.id diinisiasi dan dikelola oleh Lingkar Studi Batur, yakni sebuah komunitas literasi yang lahir atas dasar keresahan bersama sejumlah anak muda Batur. Secara resmi komunitas ini lahir pada 25 Desember 2020 di Titik Nol Batur, kawasan Desa Batur Let (Desa Batur Kuno pra-erupsi 1926) di Kaldera Batur. Lingkar Studi Batur lahir dan dilahirkan atas dasar kesadaran bahwa ada kesenjangan pengetahuan antara generasi muda dan tua di Batur.
Perubahan bentang wilayah dan dinamika zaman—utamanya pascaerupsi 1926—banyak menyisakan ruang kosong di kalangan masyarakat Batur. Batur sebagai identitas lokus sekaligus komunitas mewarisi beragam warisan kebudayaan yang menjelma sebagai sistem religi, organisasi sosial, pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian, termasuk teknologi dan peralatan. Namun, seiring berjalannya waktu, warisan tersebut semakin terkikis dan rapuh. Generasi muda Batur terkesan hanya mewarisi selaput terluar kebudayaan Batur yang demikian dalam. Hanya sedikit darinya yang kemudian menyelam ke kedalaman telaga nilai itu, lebih-lebih kembali ke permukaan dan mewartakannya. Kebanyakan di antara kami hanya berlaku sebagai “wayang-wayang peradaban”. Kami riuh melakukan ritual, membangun situs, melakoni sistem sosial, namun tanpa memahami makna lebih di balik itu semua. Kebiasan tafsir pun muncul.
Tantangan semakin berlipat ganda ketika globalisasi dan modernisasi—yang merupakan keniscayaan—menerobos masuk desa. Kebiasan gagasan mencipta ruang-ruang kosong. Gagasan-gagasan baru dari berbagai arah menghujam dan “merecoki” tata warisan leluhur Batur. Konsep asali Batur sebagai kesatuan komunitas budaya pun semakin larut dan tersudut oleh cara pandang generalisasi yang dilandasi oleh kemabukan antroposentrisme yang menjangkiti kalangan tertentu. Kebudayaan-kebudayaan lama dianggap “primitif” tersisih oleh wacana arus utama, berbagai pirantinya pun lambat laun dibongkar paksa.
Oleh karena itu, Lingkar Studi Batur berupaya hadir menjadi ruang diskusi terhadap segala warisan Batur berikut dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Bersaranakan keresahan, kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Kami tidak ingin menjadi kodok yang bertahun-tahun tinggal di telaga bernama Batur, namun tidak mampu menikmati keharuman bunga teratai yang tumbuh di telaga itu. Kami ingin menjadi para penyelam yang selalu ingat kembali ke permukaan untuk menceritakan kesatuan dan kompleksitas ekosistem Telaga Batur, yang dapat menakar dan menikmati secara jernih harum dan tidak harumnya bunga-bunga yang tumbuh dari ekosistem peradaban Batur.
Pada perkembangan tahap pertama, bebaturan.id memproyeksikan beragam sajian informasi dalam bentuk menu-menu. Pertama ada menu Gatra Desa yang memuat berita-berita terkini seputar Batur. Menu kedua adalah Purana yang diproyeksikan memuat informasi yang berkelindan tentang sejarah dan aspek religi Batur, baik yang terjejak dalam tradisi tulis maupun tradisi lisan. Ketiga adalah menu Parahyangan yang secara khusus akan menyajikan informasi tentang lokus-lokus suci yang ada di kawasan Batur. Pawongan adalah menu keempat yang bisa diakses, yang secara khusus menyajikan informasi tentang tata sosial Batur dan dinamikanya,
Memahami pentingnya keberadaan ruang diskusi, kami memberi ruang bagi khalayak ramai untuk menyumbangkan gagasannya seputar Batur, termasuk kritik sosial, budaya, dan sastra dalam kolom Pasuara. Selanjutnya, menu Batur Matangi dihadirkan sebagai ruang apresiasi bagi tokoh inspiratif, termasuk dinamika potensi yang ada di Batur dan sekitarnya. Kami juga menghadirkan menu E-Majalah yang dapat diakses untuk mengunduh edisi-edisi “Majalah Batur: Kata Penyambung Peradaban”. Terakhir, kami juga menghadirkan menu Galeri yang akan menyajikan foto-foto terbaik dan edukatif tentang Batur dan sekitarnya.
Semoga sajian yang kami hadirkan dapat memberi manfaat bagi para pembaca. Kami senantiasa terbuka menerima kritik dan saran untuk pengembangan kanal selanjutnya.
Salam Literasi! Salam Lestari!
Batur, 10 Oktober 2022
Lingkar Studi Batur
Leading Online Casinos in Australia for Actual Cash Betting
VIP plans, containing elite stages, deliver benefits like rebates or premium tournaments. By assessing promotion systems, players can identify https://aussiecasino24.com/kahuna-casino/ betting platform that fit with their play preference and financial objectives.










