}} 54 Atos Dipersembahkan di Pura Jati - Bebaturan.id

54 Atos Dipersembahkan di Pura Jati

Berita, Gatra Desa
Krama Desa Adat Batur menyunggi atos pada ritual Pepada Atos serangkaian pujawali di Pura Jati Batur.

Batur, Bebaturan.id – Sebanyak 54 bakti atos dan puluhan salaran dipersembahkan ke hadapan Ida Bhatara Pura Jati Desa Adat Batur pada puncak Pujawali Pura Jati yang jatuh pada Pananggal ping 13 Sasih Kasa, 1 Juli 2023. Bakti atos merupakan salah satu ritual yang khas dilangsungkan di Pura Jati yang umumnya dipersembahkan sebagai persembahan nuwur sesangi (sauh ujar) ke hadapan Ida Bhatara.

Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Duhuran, mengatakan Ida Bhatara yang berstana di Pura Jati Desa Adat Batur memang diyakini umat sangat murah hati pada umatnya. Oleh karena itu, banyak umat atau krama desa yang kemudian berkaul dan jika permohonannya dikabulkan, yang bersangkutan akan mempersembahkan bakti atos, salaran, maupun sejenisnya.

“Ya, jadi karena Ida Bhatara yang berstana di sini (Pura Jati, red) memang sangat asih kepada panjak-nya. Oleh karena itu, jika mereka mengalami suatu kondisi tertentu yang sulit mendapat jalan keluar, maka mereka akan berkaul, memohon jalan dari Ida Bhatara. Ketika permohonannya dikabulkan, maka mereka akan membayarnya berupa atos, salaran, dan sejenisnya sesuai dengan kaul yang diucapkan,” katanya.

Prosesi Pepada Atos yang diguyur hujan pada puncak pujawali di Pura Jati Batur, Sabtu, 1 Juli 2023.
Prosesi Pepada Atos yang diguyur hujan pada puncak pujawali di Pura Jati Batur, Sabtu, 1 Juli 2023.

Uniknya, bakti atos yang dipersembahkan pada puncak Pujawali Pura Jati tersebut pujanya hanya boleh diantarkan oleh Dane Sareng Nem, yakni Jero Gede Batur Kanginan (Jero Gede Batur Duhuran), Jero Gede Batur Kawanan (Jero Gede Batur Alitan), Jero Balian Desa Kajanan (Jero Balian Duuran Batur), Jero Balian Desa Kelodan (Jero Balian Alitan Batur), Jero Penyarikan Duuran Batur, dan Jero Penyarikan Alitan Batur.

Prosesi mempersembahkan bakti atos dimulai dengan prosesi matur piuning kepada Dane Sareng Nem pada H-3 Ida Bhatara Medal (Lunga), selanjutnya mempersembahkan pangulem pada Ida Bhatara Lunga. Setelah itu, bakti atos akan dipersembahkan pada puncak acara. Bakti atos tersebut terdiri atas sejumlah banten, yakni tapakan dan tebasan beserta kelengkapannya, serta persembahan berupa kambing hitam tulus salaran, serta kelengkapannya.

“Kaulnya itu sangat beragam, mulai dari kaul karena sakit kemudian bisa sembuh, bisa memiliki keturunan, lulus sekolah, mendapat pekerjaan, sukses dalam bidang usaha, atau bermacam hal-hal lain. Jadi, demikianlah karunia Ida Bhatara, sehingga umat merasa sangat bakti ke hadapan Beliau. Oleh karena itulah sebisa mungkin kalau orang Batur pasti sembahyang ke Pura Jati saat pujawalinya, makemit (bermalam) minimal semalam. Oleh karena itulah ada pula tradisi membuat dunungan (tenda sederhana) oleh masyarakat,” katanya.

Sebagaimana pantauan Redaksi Bebaturan.id, prosesi ngaturang atos pun sangat semarak. Meskipun cuaca kurang mendukung sejak pagi hari lantaran diguyur hujan krama desa adat tampak semangat hingga prosesi berakhir sekitar pukul 21.00 WITA. jpd

___

Penulis/Editor: Carik Hulu

Foto: Putu Oka Suyasa

Berita terkait