Batur (Bebaturan.id) – Desa Adat Batur melangsungkan ritual Mancang Karma serangkaian Ngusaba Dimel dari tanggal 3 Agustus 2023 hingga 8 Agustus 2023. Pada hari ketiga, yakni pada 5 Agustus 2023, Ida Bhatara-Bhatari Sakti Batur telah tiba di Pura Tirta Mas Mampeh.
Di pura ini puncak Ngusaba Dimel akan berlangsung pada Minggu, 6 Agustus 2023. Ngusaba Dimel adalah rangkaian Ngusaba Desa yang satu dari tiga ngusaba di Batur–dua lainnya adalah Ngusaba Nangluk Mrana dan Ngusaba Kadasa. Ngusaba Dimel dilangsungkan setiap dua tahun sekali pada tahun Saka ganjil.
Pada ritual ini, arca-arca (pralingga) Ida Bhatari-Bhatara, raja purana, serta pusaka-pusaka sakral yang tersimpan di Pura Ulun Danu Batur, termasuk pralingga Ida Bhatari-Bhatara Pura Alas Arum Batur dan Pura Gunung Menak Batur akan disunggi mengelilingi Gunung Batur. Perjalanan dilakukan dengan pola putaran melawan arah jarum jam atau secara prasawya. “Ketika Ngusaba Dimel, Ida Bhatari akan memantau wewidangan (wilayah, red),” kata Jero Gede Batur Duhuran, Pemucuk Pura Ulun Danu Batur.
Selama proses Ngusaba Dimel, masyarakat subak di seluruh Batur akan mempersembahkan ritual panguntap. Namun, secara teknis dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas sepanjang Jalan Raya Batur, upacara panguntap dilakukan di tiga titik, yakni di El Lago (kawasan Subak Abian Masem), Toko Deltras (kawasan Subak Abian Telemba), dan Pura Jati untuk pelaksanaan bakti panguntap Subak Toya Mas Bungkah.
Usai persembahan upacara di Pura Jati, perjalanan dilanjutkan mengelilingi Gunung Batur menggunakan kendaraan hingga Ida Bhatari diistanakan di Pura Taman Sari.
“Ida Bhatari Dewi Danuh itu sangat senang bercocok tanam, sehingga pada ngusaba ini Beliau melakukan memantau hal itu, dan kita semua mengucapkan terima kasih kepada Beliau atas limpahan kesejahteraan yang diberikan,” terang Jero Gede.
Di Pura Tirta Mas Mampeh akan dilangsungkan sejumlah ritual inti dari Ngusaba Dimel. Setelah puncak upacara yang dilaksanakan pada Minggu, 6 Agustus 2023, pada hari Senin, 7 Agustus 2023 akan dilangsungkan upacara Bakti Panganyar dan Maican-ican atau Nebengin. Pada ritual Nebengin, masyarakat akan memohon kehadiran Ida Bhatari-Bhatara melalui perantara para dasaran (prawalen) dan mengkonfirmasi pelaksanaan upacara apakah telah sempurna atau ada yang kurang.
Terakhir, pada Selasa, 8 Agustus 2023 Ida Bhatari akan dipersembahkan upacara Ngabuangin dan Beras Gegunungan. Ritual ini juga terdapat pada Ngusaba Kadasa, yang adalah simbol kesejahteraan. “Setelah diupacarai, beras yang dipadukan dengan hasil bumi lainnya akan dilalui oleh pralingga Ida Bhatari, kemudian beras itu akan dibagikan kepada masyarakat,” kata Jero Gede.
Usai pelaksanaan beras gegunungan itu, Ida Bhatara-Bhatari akan diusung menuju Subak Yeh Mula di daerah Dangin Kintamani. Perjalanan melalui jalan setapak kecil yang berada di pinggiran tebing Kaldera Batur. Di subak tersebut Ida Bhatara-Bhatari dipersembahkan bakti panguntap kembali oleh masyarakat subak abian setempat, sebelum akhirnya kembali ke penataran di Pura Ulun Danu Batur.
____
Penulis/Foto/Penyunting: Carik Hulu











