BATUR – Desa Adat Batur melaksanakan ritual mlaspas di Pura Dalem Agung Desa Adat Batur pada Wrespati Umanis Gumbreg, 25 Januari 2024 bertepatan dengan Purnama Kaulu Isaka 1945 yang juga pujawali di pura tersebut. Upacara mlaspas dilaksanakan sebagai rangkaian akhir dari proses pembangunan yang telah dilaksanakan sejak beberapa bulan sebelumnya.
Upacara mlaspas dilaksanakan pada empat bangunan suci yang baru selesai dipugar pada pemugaran Pura Dalem Agung Desa Adat Batur tahap kedua yang diagendakan pada tahun 2023/2024. Keempat palinggih tersebut adalah Palinggih Gedong Cungkub (Bale Pasamuhan), Palinggih Ida I Ratu Dalem Surabaya, Palinggih Ida I Ratu Dalem Labaan, dan palinggih pertiwi.
Sebelumnya, pada tahun 2022/2023 telah dilakukan pemugaran tahap satu yang mermugar deretan palinggih utama, yakni Palinggih Ida I Ratu Dalem Lanang (Dalem Gede), Palinggih Ida I Ratu Dalem Istri (Dalem Ketut), Palinggih Padmasana, dan 2 buah palinggih pertiwi. Adapun pemugaran tahap pertama telah dirampungkan pada awal tahun 2023 melalui upacara mlaspas dan ngenteg linggih yang dilakukan pada Redite Paing Pahang, Purnama Sasih Kaulu Isaka 1944, tanggal 5 Februari 2023.
Pelaksanaan upacara mlaspas dimulai dengan pacaruan manca sanak yang dilaksanakan sehari sebelumnya pada Buda Kliwon Gumbreg, 24 Januari 2023. Upacara pacaruan di-puput oleh sulinggih, Ida Pandita Mpu Nabe Siwa Putra Daksa. Setelah pelaksanaan pacaruan dilaksanakan upacara pangodal Ida Bhatara-Bhatari, mengingat keesokan harinya pasah, sehingga secara tradisi tidak bisa dilaksanakan upacara pangodal. Pada hari yang sama juga dilaksanakan prosesi ngadegang padagingan.
Oleh karena Palinggih Gedong Cungkub belum di-plaspas, tapakan Ida Bhatara-Bhatari distanakan di sanggar. Tapakan tersebut baru akan diturunkan bersamaan pada keesokan harinya untuk murwa daksina.
Pada puncak karya yang jatuh pada Purnama Kaulu, proses berjalan sejak pagi hingga sore hari. Proses mlaspas dipimpin oleh Jero Balian Desa Kajanan Desa Adat Batur bersama dengan para pemangku. Pajenengan sakral berupa keris yang dilahirkan di Prapen Pingit, Ki Guna Tala mengiringi proses sebagai pusaka nyujukin. Setelah seluruh rangkaian mlaspas, prosesi dilakukan dengan mendem pedagingan.
Setelah seluruh rangkaian mlaspas rampung, prosesi dilanjutkan dengan pujawali, yang diawali di Pura Dalem Nambang Desa Adat Batur. Setelah di Pura Dalem Nambang, prosesi bergeser ke Palinggih Ida Ratu Dalem Surabaya dan Palinggih Ida Ratu Dalem Labaan, hingga akhirnya prosesi pujawali inti di Pura Dalem Agung dilaksanakan.
Pamucuk Desa Adat Batur, Jero Gede Batur Duhuran, mengatakan Desa Adat Batur melalui pararem yang digelar sebelumnya telah memutuskan pembagian jadwal persembahyangan menurut banjar. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti pengaturan tersebut sehingga dapat berjalan lancar dan tertib. “Setelah puncak upacara, akan dilaksanakan bakti panganyar dari tanggal 26 s.d. 28 Januari 2024, dan nanti masineb pada tanggal 30 Januari 2024. Masyarakat silakan sembahyang menurut jadwal yang telah ditetapkan melalui paruman Desa Adat Batur,” kata Jero Gede.
Sementara itu, Ketua PHDI Bangli, I Nyoman Sukra yang dikonfirmasi terpisah mengucapkan selamat atas pelaksanaan upacara mlaspas di Pura Dalem Agung Desa Adat Batur. Ia berharap melalui upacara yang digelar, umat senantiasa dapat meningkatkan sraddha bakti serta terus bersatu dalam persaudaraan.
Adapun Pura Dalem Agung adalah salah satu dari Pura Tri Kahyangan Jagat Desa Adat Batur. Pujawali-nya jatuh setiap Purnama Sasih Kaulu. Lantaran dimakan usia, Desa Adat Batur memutuskan untuk melakukan pemugaran yang dibagi dalam tiga tahap. Tahap ketiga direncanakan berupa penataan madya mandala dan utama mandala, termasuk menata mandala Pura Dalem Pamosan dan Pura Sampian Wani yang merupakan pengideran dari Pura Ulun Danu Batur.
—-
Penulis: Redaksi
Penyunting: Carik Hulu
Foto: Kadek Marka











