}} Disungsung 113 Kepala Keluarga, Pura Bandesa Kubayan Batur Diplaspas - Bebaturan.id

Disungsung 113 Kepala Keluarga, Pura Bandesa Kubayan Batur Diplaspas

Gatra Desa
Ngenteg Linggih Pura Kubayan Batur

BATUR – Setelah merenovasi total selama dua tahun, Pura Bandesa Kubayan Batur, akhirnya di-plaspas pada Buda Pon Watugunung, Rabu, 10 Juli 2024. Pura yang di-sungsung 113 kepala keluarga ini terkait dengan keberadaan klan Bandesa Kubayan Batur yang ada di Batur.

Sejak dibangun tahun 1980-an, pura yang berada tepat di timur laut Pura Ulun Danu Batur tersebut posisinya lebih rendah daripada bahu jalan. Oleh karena itu, dilaksanakan paruman pada tahun 2020 yang menyepakati pelaksanaan renovasi total terhadap bangunan pura di atas pekarangan pemberian Desa Adat Batur pada tahun 1980 tersebut. Hal ini mengingat palinggih-palinggih yang telah berumur, penataan ruang, dan semakin bertambahnya krama panyungsung

Manggala Prawartaka Karya Mlaspas dan Ngenteg Linggih Pura Bandesa Kubayan Batur, Guru Nengah Santika, mengatakan meskipun hasil paruman menyepakati pembangunan akan dilakukan, nyatanya rencana tersebut tidak dapat terlaksana hingga dua tahun lamanya. Hal ini karena pandemi Covid-19.

“Akhirnya pembangunan baru bisa dilakukan pada tahun 2022 dan baru bisa rampung pada bulan Juni 2024 yang dilanjutkan dengan upacara mlaspas, ngenteg linggih, dan mendak nuntun,” tuturnya.

Ia mengatakan persiapan upacara mlaspas dan ngenteg linggih dilaksanakan mulai tanggal 1 Juli 2024 yang diawali dengan makarya (membuat) tetaring. Selanjutnya, pada tanggal 4 Juli 2024 dilaksanakan matur piuning (pemberitahuan) ke Sang Maraga Desa (Pamucuk/Pemimpin Desa Adat Batur, red), serta sulinggih. Keesokan harinya dilaksanakan ritual nunas toya anyar, maceniga, serta ngolah wewalungan.

“Pada Jumat, 6 Juli 2024 dilaksanakan ritual nunas tirta di Pura Perapen Pingit dan Pura Jati Batur, upacara macaru, netegang, ngingsah, dan mabanten bucu,” kata Petajuh Desa Adat Batur ini.

Pada 7 Juli 2024 dilaksanakan upacara nunas tirta kakuluh ke parhyangan-parhyangan (pura) terkait, seperti Pura Besakih, Pura Ulun Danu Batur, Pura Luhur Lempuyang, dll; macaru rsigana; serta mapiuning ke pura-pura terkait.

Kemudian, pada 8 Juli 2024 dilaksanakan acara pengambilan pratima, pangulem, pamendak, dan sebagainya. Kemudian, pada 9 Juli 2024 dilaksanakan upacara Mendak Bhatara Kawitan, Sang Hyang Ibu, Dewa Hyang serta ngajum padagingan.

“Ritual pamendak dilakukan di tiga tempat, yakni Pura Dalem Batur Let di bekas Desa Batur sebelum erupsi tahun 1926, Pura Dalem Gede Desa Adat Batur, serta di merajan salah satu krama yang menjadi tempat penyimpanan sementara duwe-duwe Pura Bandesa Kubayan Batur selama proses renovasi,” jelasnya.

Pada tanggal 10 Juli 2024 dilaksanakan puncak karya yang dilanjutkan nyejer sampai tanggal 13 Juli 2024. Puncak upacara ini dihadiri Sang Maraga Desa di Desa Adat Batur, antara lain yang hadir adalah Palinggih Dane Jero Balian Desa Kajanan, Palinggih Dane Jero Penyarikan Alitan, Jero Mangku Desa Adat Batur, Jero Kraman Desa Adat Batur, dan Jero Mekel. Selain itu juga hadir Pamucuk Pura Alas Arum Batur, yakni Jero Lingsir Makalihan bersama Jero Mangku dan Paduluan Pura Alas Arum Batur.

“Tanggal 12 Juli 2024 akan dilaksanakan  Nyegara Gunung ring Segara dan tanggal 13 Juli 2024 dilaksanakan upacara maprani dan masineb,” kata Guru Santika.

Saat ini, Pura Bandesa Kubayan Batur terdiri dari dua lantai di mana palinggih-palinggih berada di lantai atas yang sejajar dengan bahu jalan, sedangkan lantai bawah diperuntukkan untuk tempat menyiapkan piranti upacara, parum (rapat), perantenan, dan kegiatan sosial lainnya. Kelian Pura Bandesa Kubayan Batur, Guru Wayan Kridit menjelaskan beberapa palinggih penting di pura tersebut.

“Palinggih-palinggih yang ada antara Palinggih Ida Ratu Gde Gunung Agung, Palinggih Sang Hyang Ibu Kubayan, Padmasana, Palinggih Ida Ratu Gunung Lebah, Palinggih Kamulan, Palinggih Bhatara Kawitan, Palinggih Manjangan Saluang, Palinggih Sri Sedana, Palinggih Antaboga, Palinggih Apit Lawang, serta Palinggih Dewa Hyang,” katanya sembari mengatakan pada areal pura juga terdapat bale kulkul, dan gelung kori tumpang tiga.

———-

Penulis: Carik Hulu

Penyunting: Kurnia Dewi

Foto: Palinggih Dane Jero Balian Pura Alas Arum Batur memimpin upacara mlaspas di Pura Bandesa Kubayan Batur (Prawartaka Karya Mlaspas miwah Ngenteg Linggih Pura Bandesa Kubayan Batur).

Berita terkait