BATUR – Usaha Duwe Desa Adat Batur, Batur Natural Hot Spring (BNHS) melaksanakan syukuran HUT ke-16 pada 12 Januari 2024. Kegiatan dihadiri Pamucuk Desa Adat Batur, Jero Gede Batur; Kesinoman Desa Adat Batur, Patajuh, Perbekel Ketiga Desa Dinas Batur, dan seluruh staf.
Perwakilan Manajemen Usaha Duwe Desa, Guru Nyoman Waji, dalam laporannya mengatakan bahwa saat ini perusahaan mulai menunjukkan perkembangan setelah dua tahun terpuruk karena Covid-19. Sejak tahun 2022, perusahaan mulai bangkit melewati berbagai kendala dan masalah, serta keterbatasan SDM dan fasilitas yang kurang terpelihara akibat pandemi.
“Atas dukungan semua pihak sambil berjalan kami lakukan penataan dan perbaikan-perbaikan berdasarkan skala prioritas yang diperlukan. Astungkata, kedatangan pengunjung semakin meningkat,” kata dia.
Ia merinci, pada tahun 2021 jumlah kunjungan selama setahun adalah 23.721 orang dengan 95 persen di antaranya adalah wisatawan domestik dan asing sebesar 5 persen. Namun, pada tahun 2022 kunjungan mulai menggeliat hingga menembus 77.354 orang dengan persentase asing sejumlah 57 persen dan domestik 43 persen.
“Pada tahun 2023 kunjungan melejit ke angka 162.090 orang dengan persentase domestik 30,87 persen atau 50.032 orang dan asing 69,13 persen atau 112.058 orang. Pada tahun 2023 kunjungan terbanyak teramati pada bulan Agustus 2023 yang menembus 19,429 orang disusul September 2023 sebanyak 19.027 orang dan bulan Desember sebanyak 13.468 orang,” jelasnya.
Dengan tingkat kunjungan sedemikian rupa, selama setahun pada tahun 2023 penjualan kotor Usaha Duwe Desa Adat Batur Unit BNHS (Toya Bungkah) adalah Rp16.949.318.785 dengan keuntungan Rp3.372.049.968. Sementara itu, penjualan kotor di Unit Batur Water Park (Seked) sejumlah Rp1.812.793.001 dengan keuntungan Rp451.776.032.

Dalam setahun, Usaha Duwe Desa Adat Batur turut menyokong pembangunan pura atau parahyangan, baik yang berstatus punia maupun pinjaman, di antaranya disetorkan ke Desa Adat Batur untuk pembangunan Pura Dalem Agung Desa Adat Batur sebesar Rp50 juta, pembangunan perantenan di Pura Segara Ulun Danu Batur sebesar Rp529.950.000, pembangunan kolam di penataran Pura Tirta Mas Bungkah sebesar Rp51.674.000, dan pembangunan candi bentar dan penguwub Pura Tirta Mas Bungkah yang sedang proses sebesar Rp213.558.000. “Selain itu dana juga sedang digunakan untuk investasi dan pengembangan setiap unit,” katanya.
Pamucuk Desa Adat Batur, Jero Gede Batur Duhuran, mengatakan selamat atas ulang tahun ke-16 BNHS. Jero Gede mengibaratkan usia ke-16 jika dikonversi ke manusia telah masuk remaja, sehingga peluang untuk berkembang sangatlah terbuka.
“Lebih-lebih kini didukung oleh pariwisata Kintamani yang sedang berkembang, sehingga harus bisa ditangkap untuk dikembangkan,” katanya.
Pada HUT ke-16 ini, Desa Adat Batur juga sengaja mengajak para kelian tempek sebagai representasi masyarakat adat yang sesungguhnya merupakan pemilik dari usaha duwe desa tersebut. Pelibatan kelian tempek diharao dapat menjadi corong untuk menyebarkan berita tentang kondisi perusahaan, baik dari segi keuntungan maupun peran sertanya terhadap pembangunan pura. “Sehingga tidak ada lagi simpang siur di warung kopi. Lebih-lebih tiap enam bulan pada Galungan juga sudah diumumkan kondisi perusahaan, sehingga diharap semua mengetahui,” katanya.
Ke depan Jero Gede Batur berpesan agar Usaha Duwe Desa Adat Batur dapat terus berkembang dan dikelola secara profesional. Perusahaan diharap dapat menjadi jawaban untuk pengembangan masyarakat, termasuk menyerap tenaga kerja di internal Desa Adat. “Usaha Duwe Desa Adat Batur juga wajib terus berperan dalam setiap kegiatan desa, sebab seperti diketahui intensitas tradisi di Batur sangat padat dan perlu dukungan seluruh krama Desa Adat Batur,” katanya.
—-
Penulis: Redaksi
Penyunting: Carik Hulu
Foto: Guru Nyoman Waji











