}} Karangan Bunga Belasungkawa Penuhi Jaba Pura Ulun Danu Batur - Bebaturan.id

Karangan Bunga Belasungkawa Penuhi Jaba Pura Ulun Danu Batur

Gatra Desa, Pakraman
Karangan bunga belasungkawa.

BATUR – Puluhan karangan bunga ucapan belasungkawa atas lebar (wafat)-nya Palinggih Dane Jero Gede  Kawanan (Alitan) berjejer di sepanjang Jaba Pura Ulun Danu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli. Karangan bunga datang dari beragam unsur, mulai dari pemerintah, organisasi, swasta, unsur puri, hingga perorangan.

Karangan bunga tersebut mulai berdatangan sejak kabar wafatnya Palinggih Dane Jero Gede Batur Alitan pada Senin, 6 Januari 2025 pekan lalu. Beberapa tokoh Bali dan nasional yang menyampaikan belasungkawa dengan perantara karangan bunga di antaranya dipersembahkan oleh Pj. Gubernur Bali, Sang Made Mahendrajaya; Gubernur Bali Terpilih, Wayan Koster; Wakil Gubernur Bali Terpilih, Giri Prasta; Kapolda Bali, Irjen. Pol. Daniel Adityajaya; hingga Dirjen Bimas Hindu, Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si.

Sementara itu, dari unsur masyarakat adat karangan bunga sebagai bentuk penghormatan kepada Jero Gede Batur Alitan juga sangat banyak. Salah satunya dari Tempek Roban dan Daha Bunga Desa Adat Batur, yakni organisasi pemuda adat di Desa Adat Batur.

Baca Juga: https://bebaturan.id/pura-ulun-danu-batur-dibuka-26-januari-2025/

Kelian (Ketua) Tempek Roban Desa Adat Batur, Doni Mahendra, Minggu, 12 Januari 2025, mewakili Tempek Roban dan Daha Bunga Desa Adat Batur mengaku sangat kehilangan sosok Jero Gede Batur Alitan. Dalam pandangan pihaknya, Jero Gede Batur Alitan tidak hanya dipandang sebagai figur yang dihormati dan disucikan, tetapi juga guru dalam melakoni praktik kebudayaan di Batur.

Sejak ngayah kasudi menjadi Jero Gede Alitan pada 1958, Palinggih Dane telah menancapkan pilar-pilar penting dalam perjalanan budaya di Batur. Pondasi budaya tersebut tidak hanya seputar bangunan fisik, melainkan juga dalam bentuk pendidikan karakter kebudayaan, khususnya bagi generasi muda melalui Tempek Roban dan Daha Bunga Desa Adat Batur.

“Palinggih Dane Jero Gede  Batur Kawanan  adalah sosok yang luar biasa. Keberadaan Palinggih Dane telah membawa banyak perubahan terkhusus di Desa Adat Batur ini, terutama dalam pembangunan pura-pura di Desa Adat Batur,” katanya dengan nada penuh kehilangan.

Doni melanjutkan, Jero Gede Alitan merupakan  sosok yang sangat disiplin dan tegas. “Beliau selalu memberikan wejangan terkait hal-hal yang seharusnya maupun tidak dilakukan selama ngayah. Meskipun tampak seolah keras, tapi kami menyadari apa yang Dane berikan adalah demi kebaikan kami, khususnya Tempek Roban dan Daha Bunga yang merupakan penerus perjalanan adat di Batur,” katanya.

Saat ini pihaknya tengah melakukan persembahan terakhir dan terbaik untuk Palinggih Dane Jero Gede Alitan. Tempek Roban dan Daha Bunga, serta pangayah krama Desa Adat Batur terus bergotong royong menyiapkan segala piranti palebon yang akan dilaksanakan pada 24 Januari 2024. “Ini adalah persembahan terakhir kami untuk figur yang sangat kami sucikan, hormati, dan berjasa bagi Desa Adat Batur. Semoga palebon berjalan lancar dan Palinggih Dane [Jero Gede Alitan] mendapatkan jalan yang terang menuju Sunialoka,” harapnya.

___

Penulis: Ni Ketut Veny Yuliasih

Penyunting: Carik Hulu

Foto: Salah satu karangan bunga ucapan belasungkawa yang dipersembahkan ke hadapan Palinggih Dane Jero Gede Alitan (Veny Yuliasih)

Berita terkait