Oleh I Gede Wiramatika**
Foto: Aktivitas pariwisata sunrise jeep tour yang sedang naik daun di Kaldera Batur (Panca Sedana).
========================
Pariwisata telah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Pariwisata terbukti telah mampu membawa manfaat ekonomi, menciptakan peluang usaha, dan lapangan pekerjaan. Di sisi lain, kelangsungan pariwisata sangat tergantung pada keberlanjutan sumber-sumber daya pariwisata. Maka dari itu, perencanaan dan pembangunan pariwisata penting dilakukan dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.
Batur merupakan salah satu bagian dari Batur Global Geopark. Oleh karena itu, model perencanaan dan pembangunan pariwisata berkelanjutan sangat diperlukan untuk tetap menjaga kelestarian budaya, lingkungan masyarakat, ekonomi, dan cara hidup orang Batur. Perencanaan dan pembangunan yang baik akan menghasilkan suatu strategi yang baik dalam mengembangkan sumber daya pariwisata. Dalam konteks lokal Batur, model perencanaan pariwisata berkelanjutan sangat diperlukan dalam perlindungan lingkungan alam, sosial, budaya, dan pembangunan ekonomi, maupun sosial dalam masyarakat. Model perencanaan pariwisata berkelanjutan dapat membantu pemenuhan kebutuhan bagi anggota masyarakat. Pembangunan pariwisata berkelanjutan juga harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang berkualitas.
Batur Global Geopark menjadi salah satu anggota jaringan Taman Bumi Global Gepark Network (GGN) karena keindahan kawasan alam Kaldera Batur, situs geologi, dan arkeologi, serta keberadaan kebudayaan masyarakatnya. Geopark mengusung konsep pelestarian alam dan kebudayaan masyarakat dengan tiga tujuan utama yaitu eduksi, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan. Ketiga tujuan tersebut diharap dapat menjadi alat untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomin dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat. Namun, keberadaan Batur Global Geopark sampai sekarang ini belum dapat memberikan dampak ekonomi secara signifikan terhadap masyarakat lokal Batur. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa masyarakat yang berprofesi di bidang pariwisata belum merasakan manfaat secara penuh dari penetapan Batur sebagai global geopark. Beberapa hal atau solusi yang dapat dilakukan yakni edukasi, konservasi alam, dan budaya masyarakat, serta pembangunan berkelanjutan dalam pengembangan ekonomi keratif berdasarkan konsep kearifal lokal atau sistem pengetahuan lokal (indigenous knowledge system) dengan memanfaatkan Batur Global Geopark.
Edukasi merupakan sebuah proses meningkatkan pengawasan dalam memperbaiki sikap individu ataupun masyarakat. Edukasi menjadi strategi pertama dalam pengembangan ekonomi kreatif dengan berdasarkan kearifal lokal di Batur Global Geopark. Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat aktif mengeluarkan program-program yang berkaitan dengan pemberdayaan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menjaga dan mengelola alam, budaya, lingkungan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas dalam memahami Batur Global Geopark. Strategi awal dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan Batur Global Geopark adalah melalui konsep partisipasi masyarakat (community based) dengan mengimplementasikan ajaran tri hita karana, yakni hubungan manusia dengan Tuhan (parahyangan), manusia dengan manusia (pawongan), manusia dengan alam (palemahan). Pendekatan ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Batur Global Geopark.
Konservasi merupakan tindakan perlindungan yang dilakukan untuk menjaga kelestarian. Konservasi menjadi salah satu tujuan dari Batur Global Geopark. Masyarakat memandang konservasi hanya ditunjukkan terhadap alam, tetapi pada prinsipnya konservasi perlu dilakukan terhadap kebudayaan masyarakat lokal. Perkembangan globalisasi yang semakin maju sering kali menyebabkan pergeseran kebudayaan masyarakat lokal. Kelesatarian dan keutuhan budaya lokal dapat menjadi nilai tambah dalam menunjang perkembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Edukasi dan konservasi dalam pariwisata berkelanjutan harus menjadi satu-kesatuan, sehingga masyarakat lokal mendapatkan manfaat dari perkembangan Batur Global Geopark melalui pengembangan ekonomi kearif berbasis kearifan masyarakat lokal Batur. Pengembangan ini dapat membuka banyak lapangan pekerjan dan menjadi lokomotif ekonomi bagi masyarakat lokal Batur. Pengembangan ekonomi kreatif mengajak masyarakat untuk berinovasi dan berkreativitas dalam menghasilkan produk-produk yang berkaitan dengan geopark dan kebudayaan lokal untuk menjadi souvenir bagi wisatawan yang berkunjung. Upaya ini secara tidak langsung dapat mengangkat branding Batur Global Geopark, sehingga keberadaan Batur Global Geopark yang diakui oleh UNESCO tidak hanya menjadi sebuah sebutan, tetapi dapat memberikan dampak yang bersar bagi keberlangsungan hidup masyarakat lokal Batur dan alam sekitar.
Ada sejumlah daya tarik wisata yang dapat dikembangkan masyarakat Batur secara berkelanjutan, antara lain Gunung Batur, Danau Batur, Penelokan, Pura Ulun Danu Batur, Black Lava Sunrise Jeep Tour, dan pemandian air panas Toya Bungkah.
Gunung Batur yang merupakan gunung berapi yang masih aktif dan terkenal sebagai daya taruk wisata pendakian oleh para wisatawan. Atraksi wisata yang yang ada di puncuk Gunung Batur adalah atraksi wisata matahari terbit dan Kandera Batur. Kedua atraksi wisata tersebut dapat dinikmati dari Gunung Batur, dan dapat memanjakan mata dari wisatawan yang mengunjunginya. Masyarakat Batur dapat berpean aktif menjadi seorang tour guide pendakian Gunung Batur sehingga perlindungan kesucian dan kelestarian kawasan Gunung Batur dapat tetap terjaga. Berbagai kegiatan yang dapat dilakukan untuk menopang kelestarian itu antara lain dengan menjaga kerbersihan area gunung, penanaman bibit pohon di lereng Gunung Batur, termasuk melaksanakan upacara-upacara tertentu yang dilakukan dalam menjaga kesucian Gunung Batur.
Danau Batur merupakan danau terbesar di Bali dan danau satu-satunya yang ada di Kabupaten Bangli. Danau Batur adalah bagian dari Batur Global Geopark yang menjadi salah satu daya tarik wisata dan dipercaya sebagai sumber mata air Bali. Perairan ekosistem Danau Batur memiliki potensi sumber daya hayati dan non hayati. Pengembangan pertanian dan perikanan di Danau Batur memiliki fungsi strategis dalam pemberdayaan ekonomi, pelestarian keanekaragaman hayati, dan pengembangan pariwisata. Dalam menjaga kelestarian Danau Batur, masyarakat lokal memiliki dua konsep yaitu secara sekala dan niskala. Upaya sekala dilakukan dengan cara menjaga kebersihan dan kelestarian Danau Batur, sedangkan secara niskala masyarakat melaksanakan upacara danu kertih yang dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kesucian dari Danau Batur.
Daya tarik wisata Penelokan merupakan obyek wisata di Desa Batur yang banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara. Daya tarik wisata Penelokan memiliki atraksi wisata pesona alam Pegunungan Kintamanai yang begitu indah meliputi gunung, danau, kaldera, dan matahari terbit pada pagi hari. Selain dapat menikmati pemandangan, di sekitar daya tarik wisata Penelokan terdapat restoran dan coffee shop. Wisatawan dapat menikmati kuliner sambil menikmati pemandangan. Wisatawan juga dapat bermalam di hotel-hotel yang ada di sekitaran Penelokan. Para wisatawan juga dapat membeli berbagai macam produk souvenir di kios-kios maupun yang dijajakan pedagang acung.
Pura Ulun Danu Batur merupakan Pura Tri Kahyangan Jagat yang berfungsi sebagai pemujaan Bhatari Dewi Danu. Pura ini menjadi salah satu daya tarik wisata religi yang banyak dikunjungi wisatawan dan umat Hindu untuk memohon keselamatan. Pura dengan arsiktektur bangunan Bali menonjolkan unsur budaya pada setiap bangunanya. Pura Ulun Danu Batur memiliki upacara besar yang di lakukan di antara bulan Maret hingga April yakni Ngusaba Kadasa. Pada upacara ini banyak tradisi dan budaya dilakukan dalam mengiringi upacara. Sebagai daya wisata, atraksi budaya yang dilakukan dapat dijual kepada wisatawan. Di sana isatwan juga dapat berbaur dengan masyarakat lokal.
Daya tarik wisata Batur Black Lava Sunrise Jeep Tour merupakan daya tarik wisata yang tergolong baru di Batur. Wisata ini tergolong sebagai wisata petualangan dengan menggunakan mobil off road jeep 4×4 untuk mencapai titik point sunrise. Wisata adventure ini dikembangkan untuk memberikan pengalaman baru kepada wisatawan yang berkunjung ke Kinatamani. Wisatawan dapat menikmati keindahan black lava dari kaki sampai perut Gunung Batur dengan sarana wisata ini. Selain itu di titik poin sunrise, wisatawan dapat menikmati keindahan matahari terbit. Black Lava Sunrise Jeep Tour dapat dikelola oleh orang lokal Batur dengan Batur Geopark Jeep Tour.
Air panas Toya Bungkah adalah salah satu air panas yang dipercaya bersumber dari Gunung Batur. Sumber air panas ini sejak dahulu diyakini sebagai tempat matamba (berobat), khususnya untuk jenis sakit kulit. Seiring berkembangnya pariwisata, pemandian air panas Toya Bungkah dikembangkan oleh Desa Adat Batur untuk menjadi salah daya tarik wisata, kemudian dijual untuk wisatawan Nusantara maupun mancanegara. Daya tarik wisata air panas ini diberi nama Batur Natural Hot Spring yang dikelola oleh Desa Adat Batur. Batur Natural Hot Spring diambil dari konsep penglingsir (orang tua) Batur, yakni matamba yang dikemas dengan istilah “The Only One Healing Spa in Bali”. Tenaga kerja yang dibekerjakan di Batur Natural Hot Spring diambil dari masyarakat lokal Batur dengan tujuan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat lokal.
=====
*Tulisan ini adalah tulisan terpilih dalam program “Catatan Menuju Seabad Relokasi Batur” yang digelar Lingkar Studi Batur untuk memperingati HUT ke-3 tahun 2023 dan memperingati seabad peristiwa perpindahan Desa Adat Batur dari Desa Batur Let di kaki Gunung Batur menuju tempat saat ini. Tulisan ini juga akan terbit dalam buku berjudul Seabad Relokasi Batur yang saat ini dalam proses penerbitan.
**Penulis adalah pemuda Batur dan akademisi yang fokus pada bidang pariwisata. Saat ini merupakan dosen di Akademi Komunitas Manajemen Perhotelan Indonesia.











