}} Ngujang: Musyawarah ala Masyarakat Batur - Bebaturan.id

Ngujang: Musyawarah ala Masyarakat Batur

Gatra Desa

Batur (Bebaturan.id) – Masyarakat adat Batur melaksanakan tradisi ngujang bertepatan pada Hari Galungan, 1 Agustus 2023. Tradisi enam bulanan setiap Galungan itu menjadi ajang musyawarah adat bagi masyarakat Batur.

Ngujang dihadiri oleh pamucuk dan krama adat Desa Adat Batur, meliputi Jero Gede Batur Makalihan, Jero Penyarikan Batur Makalihan, Jero Kraman, Perbekel, serta masyarakat adat yang dibagi dalam tempekan-tempekan. Tempekan di Desa Adat Batur terdiri atas Jero Undagi, Jero Gambel, Jero Baris, Jero Batu Dangin Rurung, Jero Batu Dauh Rurung, Tempek Pecalang, Tempek Roban dan Daha Bunga, hingga Tempek Pengampel.

Kegiatan pada 1 Agustus 2023 itu dilakukan di Wantilan Sasana Dharmaniti Desa Batur Selatan yang berada di depan Pura Ulun Danu Batur. Usai melaksanakan persembahyangan Galungan, krama adat akan mendatangi tempat ngujang. Pada kesempatan itu, warga yang baru menikah, tetapi belum masuk tempekan adat akan mendaftar, termasuk bagi pemuda-pemudi adat yang akan masuk di Tempek Roban dan Daha Bunga. Pada momentum itu juga menjadi momen nawur paturunan (membayar iuran rutin) ke Desa Adat oleh krama desa, termasuk urunan lain di setiap tempekan.

Selain itu, ngujang juga menjadi ajang musyawarah yang membahas beberapa hal strategis terkait upacara dan adat yang telah dan akan digelar, serta beberapa keputusan desa adat teranyar. Pada momentum itu juga dilaksanakan laporan pembangunan di desa adat, keuangan desa dan pencapaian usaha duwe desa adat, program-program desa adat, dan hal-hal yang dianggap perlu untuk disiarkan.

Pada pelaksanaan ngujang tanggal 1 Agustus 2023, pamucuk desa adat menjelaskan prihal kegiatan Ngusaba Dimel yang akan digelar antara tanggal 31 Juli 2023-9 Agustus 2023. Selain itu juga dijelaskan pelaksanaan upacara pakelem atau danu kreti yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. “Upacara Danu Kreti akan dilaksanakan tahun ini pada Tilem Kapat, 14 Oktober 2023 mendatang,” kata Jero Gede Batur Duhuran.

Selain prihal upacara, hal lain yang dijelaskan saat itu adalah pendataan ulang anggota masing tempekan sebagai krama adat yang sah di Desa Adat Batur, beberapa perarem, awig-awig, pola pernikahan dan sebagainya.

 

____

Penulis/Foto: Oka Suyasa

Penyunting: Carik Hulu

Berita terkait