BATUR – Pelaksanaan pawintenan (parerisak) pelancang di Pura Alas Arum Batur turut diikuti oleh 66 pasang pangayah Desa Adat Batur. Upacara pawintenan yang menjadi runtutan dari proses pamadikan pelancang anyar di Pura Alas Arum tersebut dilaksanakan pada Soma Wage Julungwangi, Senin, 12 Februari 2024.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pura Alas Arum Batur memohon 30 orang pangayah kepada Desa Adat Batur untuk ditunjuk sebagai prajuru pada posisi palancang. Proses pamadikan tersebut dilaksanakan pada 6 Januari 2024 lalu.
“Pelaksanaan parerisak atau pawintenan pelancang dan pengayah ini merupakan rangkaian upacara setelah sebelumnya sebanyak 30 orang pengayah telah kapadik (ditunjuk, red) menjadi Palancang Pura Alas Arum Batur,” kata Pamucuk Pura Alas Arum Batur, Jero Lingsir Makalihan didampingi Jero Penyarikan Alas Arum.
Ia mengatakan bahwa upacara pawintenan yang dilaksanakan bermakna bahwa pelancang dan pengayah yang sudah mawinten diharapkan menjadi suci, berkharisma, dan sakral sehingga bisa melaksanakan taggung jawab selaku sebagai prajuru di Pura Alas Arum Batur.
Sebelum pawintenan dilaksanakan, prosesi terlebih dahulu dilaksanakan bakti piuning dan bakti cicipan di Penataran Pura Alas Arum Batur dan Pura Ulun Danu Batur. Selanjutnya ritual pawintenan dilaksanakan di Panataran Pura Jati (payogan Ida Bhatara Pura Jati di Pura Ulun Danu Batur) sebagai tempat bersetananya Ida Bhatara Sakti Bujangga Luwih.
Pawintenan ini dilaksanakan menggunakan sarana bakti pebangkit, bakti saraswati, dan piakaonan yang dipuput oleh Jero Balian Kajanan Desa Adat Batur, Jero Balian Pura Alas Arum Batur, Jero Mangku Kasinoman Pura Ulun Danu Batur, dan Jero Mangku Kasinoman Pura Alas Arum Batur.
Dalam Pelaksnaan upacara ritual, Pamucuk Desa Adat Batur yakni Jero Gede Batur, serta diiringi Jero Penyarikan, Jero Mangku, Jero Kraman/Peduluan Kasinoman Desa Adat Batur, dan Jero Petinggi Ketiga Desa Dinas Batur.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Sang Maraga Desa di Desa Adat Batur yang sudah berkenan nyenengin/ngupasaksi (menghadiri) dan Muspayang Bakti Parerisak/ Pawintenan Pelancang dan Pengayah ini, mohon maaf apabila ada hal hal yang kurang berkenan,” kata Jero Lingsir.
Jero Gede Batur Duhuran berharap, setelah pelancang dan pangayah ini mengikuti proses bakti parerisak/pawintenan, bisa lebih maksimal lagi melaksanakan ayah-ayah di Desa Adat Batur maupun Pura Alas Arum Batur.
“Semoga dengan telah dilaksanakannya pawintenan kepada pelancang dan pangayah ini, bisa lebih menumbuhkan semangat ngayah dan srada-bakti ke hadapan Ida Bhatara Bhatari,” kata Jero Gede.
—-
Penulis/Foto: I Wayan Budana Yasa
Penyunting: Carik Hulu











