BATUR – Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Ekosistem Kebudayaan di Desa-desa Kawasan Warisan Dunia Subak wilayah Pura Ulun Danu Batur-DAS Pakerisan.
FGD dilaksanakan selama tiga hari pada 5-7 Juli 2024 di Usaha Duwe Desa Adat Batur (Batur Waterpark Seked), Bali.
Kegiatan diikuti oleh Daya Desa dan Daya Warga dari tujuh desa di kawasan warisan dunia subak wilayah Pura Ulun Danu Batur-DAS Pakerisan, yakni Desa Petak Kaja dan Desa Sanding (Kabupaten Gianyar) serta Desa Batur Selatan, Desa Batur Tengah, Desa Batur Utara, Desa Kedisan, dan Desa Buahan (Kabupaten Bangli).
Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, S.S., M.SP mengatakan subak telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2012. Irini menegaskan, FGD ini tidak hanya membahas permasalahan subak, namun turun didiskusikan alternatif solusi guna keberlanjutan subak itu sendiri.
“Tanggung jawab kita setelah penetapan UNESCO sebetulnya semakin besar. Oleh karena itu, kita ingin subak tetap ada, berlanjut tanpa adanya angka tahun yang membatasi,” katanya.
Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan, peserta dibekali dengan sejumlah materi yang disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali; Ditjen Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan; Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV; akademisi Universitas Hindu Indonesia (UNHI), IGA Darma Putra; praktisi kebudayaan, I Gusti Agung Anom Astika; dan praktisi seni, Kadek Wahyudita.
___
*Laporan ini adalah hilirisasi Kelas Jurnalisme Warga yang dilaksanakan secara kolaboratif oleh Lingkar Studi Batur, Bebaturan.id, dan Info Batur.
Penulis: Ni Ketut Veny Yuliasih (Bebaturan.id/Daya Warga Desa Batur Selatan)
Foto:Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, S.S., M.SP berfoto bersama dengan peserta, narasumber, dan panitia FGD Penguatan Ekosistem Kebudayaan di Desa-desa Kawasan Warisan Dunia (Panitia FGD Penguatan Ekosistem Kebudayaan di Desa-desa Kawasan Warisan Dunia Subak wilayah Pura Ulun Danu Batur-DAS Pakerisan).
Penyunting: Kurnia Dewi











