}} Peringatan Seabad Relokasi Batur Dilaksanakan pada Tahun 2026 - Bebaturan.id

Peringatan Seabad Relokasi Batur Dilaksanakan pada Tahun 2026

Rapat formatur pembentukan panitia Seabad Relokasi Batur.

BATUR – Pada tahun 2026 Desa Adat Batur akan memasuki satu abad relokasi dari pusat permukiman di kaki Gunung Batur sebelah barat daya ke pusat permukiman saat ini di Kalder Batur sebelah barat. Terkait peristiwa tersebut, Desa Adat Batur akan melaksanakan peringatan Seabad Relokasi Batur yang akan menyajikan sejumlah mata acara seperti seminar, napak tilas, hingga pergelaran.

Hal tersebut mengemuka dalam rapat Formatur Panitia Seabad Relokasi Batur di Pramana Zahill Kintamani, Desa Batur Selatan, Kintamani, Bangli, pada Sabtu, 8 Maret 2025. Rapat tersebut dihadiri sejumlah unsur, baik dari prajuru Desa Adat Batur, Perbekel Desa Batur Selatan dan Utara,  unsur praktisi seperti Widya Snicaya, Putu Maiva Utama, dan I Gede Widiarta, serta Tim Pusdok Batur.

Rapat tersebut menindaklanjuti perarem desa yang telah digelar sebelumnya. Secara khusus, rapat sebelumnya mengamanatkan formatur untuk membentuk panitia pelaksana kegiatan peringatan.

Perbekel Desa Batur Selatan, I Gede Sarjana, mengatakan momentum seabad relokasi Batur adalah peristiwa yang patut diperingati. Momentum ini dapat digunakan untuk menggali kembali kekayaan budaya, alam, dan sejarah Batur. “Kita bisa menyusun tatanan desa yang lebih baik melalui peringatan ini, mengevaluasi yang sudah berjalan untuk maju bersama,” katanya.

Hal senada dinyatakan Perbekel Desa Batur Utara, I Wayan Tinggal. Menurutnya momentum seratus tahun Batur adalajh pijakan penting untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. “Kita perlu mengaktualisasi bhisama Ida Bhatari yang diucapkan setiap Bakti Pepranian, bahwa masyarakat Batur harus maju dan tidak boleh miskin,” kata dia.

Sementara itu, Petajuh Desa Adat Batur, Guru Nengah Santika mengatakan bahwa desa adat berkepentingan melaksanakan peringatan seabad relokasi Batur untuk media edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui momentum ini diharapkan generasi muda bisa mengetahui sejarah Batur, yang awalnya berada di kaki Gunung Batur sebelah barat daya, tetapi akibat erupsi Gunung Batur akhirnya harus direlokasi ke tempat saat ini. “Untuk itu, Desa Adat Batur mendorong peringatan seratus tahun relokasi ini,” ucap dia.

Palinggih Dane Jero Penyarikan Duuran Batur mengatakan secara umum kegiatan ini akan difokuskan pada aspek edukasi, publikasi, dan dokumentasi. Seperti diketahui, masih banyak orang yang kebingungan terhadap keberadaan Desa Adat Batur dan Pura Ulun Danu Batur sekarang, yang permukimannya seolah jauh dengan Gunung Batur dan Danau Batur. Hal ini karena pada bulan Agustus 1926 terjadi erupsi Gunung Batur yang membuat masyarakat harus dipindahkan dari permukiman semula.

“Kegiatan ini tidak hanya tentang perayaan saja, tetapi menjadi momentum dalam memperingati relokasi Desa Adat Batur dari Batur Let ke Batur Kalanganyar. Secara ekonomi, kegiatan juga bisa menjadi upaya dalam mempromosikan usaha-usaha yang dimiliki oleh Desa Adat Batur bahkan usaha masyarakat dalam perekonomian. Dalam hal edukasi, kita bisa canangkan kegiatan seminar, jelajah situs, dan seni pertunjukkan, sehingga kegiatan bisa jadi daya tarik wisata berbasis narasi budaya dan sejarah,” katanya

Adapun rapat tersebut pada akhirnya membentuk panitia pelaksana yang diketuai langsung oleh Patajuh Desa Adat Batur, Guru Nengah Santika. Selanjutnya, dirumuskan personalia yang berasal dari unsur ketiga desa dinas di Batur serta unsur-unsur praktisi yang sejalan dengan ide pelaksanaan.

____

Penulis:Ni Ketut Veny Yuliasih

Penyunting: Carik Hulu

Foto: Rapat formatur pembentukan Panitia Seabad Relokasi Batur (Pusdok Batur)

Berita terkait