BATUR – Puncak Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur, Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli berlangsung Kamis, 17 Oktober 2024. Puncak karya berjalan khusuk yang turut dilaksanakan Mapepada Agung dengan iringan ribuan pamedek.
Pura Tuluk Biyu Batur secara administratif terletak di Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Bangli. Pura Tuluk Biyu Batur merupakan tempat pemujaan (parahyangan agung) Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Bhatara Siwa yang berstana di puncak Gunung Tuluk Biyu (kini Gunung Abang) dan saktinya Dewi Parwati (Dewi Uma) yang berstana di Danau Batur.
Jero Penyarikan Alitan Pura Tuluk Biyu Batur, mengatakan sesuai dengan dudonan karya (jadwal upacara), persiapan karya pujawali ini dilaksanakan dari tanggal 7 Oktober 2024 sampai 16 Oktober 2024 yang diawali dengan mekarya rompok.
Selanjutnya pada tanggal 8 Oktober 2024 dilaksanakan mekarya sanganan suci, ngingsah, dan netegang Bhatara Sri. Pada tanggal 13 Oktober 2024 dilaksanakan prosesi Nuhur Tirta di Puncak Gunung Abang, Tirta Sapuh Jagat, dan Tirta Segara.
Pada tanggal 14 Oktober 2024 dilaksanakan upacara Rsi Gana, nuncabang sunari, dan ngadegang bagia pula kerti. Pada tanggal 16 Oktober 2024 berlangsung ritual bhakti pengodal (menurunkan arca-arca) yang dilanjutkan dengan prosesi ngangsuh (pembersihan arca-arca) dan mapepada wewalungan.
Pada Puncak Karya Pujawali Ngusaba Purnamaning Sasih Kapat di Pura Tuluk Biyu Batur ini dilaksanakan beberapa prosesi. Diawali dengan mapepada agung, dilanjutkan dengan bhakti pujawali ngusaba dan pakeling bhakti madewasraya. Seperti pada mapepada agung saat ngusaba kedasa di Pura Ulun Danu Batur, dalam prosesi ini pralingga dan pratima Ida Bhatara/Bhatari Pura Tuluk Biyu diusung oleh krama, yang diiringi oleh ribuan masyarakat serta disaksikan oleh krama masyarakat Desa Adat Batur mengelilingi wilayah suci Desa Batur.
“Makna dari mapepada agung adalah Ida Bhatara/Bhatari tedun sekaligus memberikan anugrah agar jagat beserta isinya diberikan keselamatan,” ucap Jero Penyarikan Alitan.
Ketika ditanya apakah ada yang berbeda dalam Ngusaba Sasih Kapat tahun ini dengan tahun sebelumnya, Dane Jero Penyarikan Alitan mengatakan segala upacara yang dilaksanakan dari tahun ke tahun tetap sama sesuai uger-uger (aturan), tanpa mengurangi dan melewati uger-uger yang ada. Namun, pelawatan barong tedun setiap dua tahun sekali yaitu saat tahun icaka genap.
“Tahun lalu Ida Bhatara/Bhatari tedun tidak berupa pelawatan barong, namun di tahun ini karena merupakan tahun icaka genap, maka Ida Bhatara/Bhatari tedun berupa pelawatan barong” katanya
Seperti pada tahun sebelumnya, sehari setelah puncak pujawali pada tanggal 18 Oktober 2024 yaitu wayon ageng akan dilaksanakan mapepada penek. Pada tanggal 19 Oktober 2024 yaitu wayon alit akan dilaksanakan bhakti nebengin lan pangider bhuana. Pada tanggal 25 Oktober 2024 akan dilaksanakan bhakti pepranian dan nyineb. Karya pujawali diakhiri dengan melaksanakan bakti petangi pada tanggal 1 November 2024.
“Makna dari segala rangkaian karya pujawali ini yaitu tiada lain memohon kepada Sang Pencipta Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar diberikan kesejahteraan, murah sandang, pangan dan lainnya,” katanya.
___
Penulis: Ni Ketut Veny Yuliasih
Penyunting: Desak
Foto: Beberapa Ida Bhatara Tapakan Barong dan Rangda dari berbagai daerah di Bali bersetana di Utama Mandala Pura Tuluk Biyu Batur mengiringi proses pujawali.











