Oleh Tim Penulis Buku Pura Ulun Danu Batur Hulu Suci Balidwipa Mandala (2024).
Foto/Penyunting: Carik Hulu
===============
PURA Ulun Danu Batur memiliki sejumlah pura pasanakan atau pura-pura yang terkait atau berkerabat. Pura-pura tersebut umumnya memiliki fungsi-fungsi yang sangat khusus, misalnya sebagai tempat mengambil air suci (pura patirtan) dan sebagainya.
Salah satu pura pasanakan yang penting dalam jejaring Pura Ulun Danu Batur adalah Pura Batu Sila Rupit. Pura ini terletak di sebelah barat Gunung Batur, tepatnya di kawasan Subak Abian Batu Sepit, Desa Batur Selatan.
Pura Batu Sila Rupit terletak beberapa puluh meter dari persimpangan tanjakan Jalan Culali, Desa Batur Selatan, dekat dengan objek wisata Black Lava dan Black Sand. Akses pura menghadap ke barat, tetapi orientasi pura menghadap ke timur.
Areal Pura Batu Sila Rupit tidak terlalu luas. Seperti namanya, situs ini dibangun pada gundukan batu padas, di mana bagian kanan dan kirinya adalah sebuah jalan setapak. Hanya ada satu palinggih berbentuk pertiwi di situs ini. Bangunan palinggih pun baru dibangun pada kisaran tahun 2020. Sebelum itu, situs hanya berupa undakan batuan yang menghadap ke arah Gunung Batur. Undakan tersebut berada di batuan padas, di bawah serumpun pohon cemara.
Meskipun sangat sederhana, situs ini memiliki nilai yang sangat penting bagi masyarakat Batur. Situs ini diduga sebagai tempat menyembunyikan selonding sakral milik Pura Ulun Danu Batur. Konon, selonding tersebut sempat disimpan pada gua kecil yang berada di gundukan padas tersebut. Selain itu, menurut tradisi lisan, masyarakat Batur mempercayai bahwa dahulu kala di situs inilah tetua Batur mencapai kesepakatan untuk menyatukan desa-desa menjadi Desa Batur.
Nilai penting situs ini juga ditandai dengan pelaksanaan ritual piuning di pura ini sebelum pelaksanaan upacara di situs-situs lain. Ritual piuning dilaksanakan sebagai bentuk mohon izin agar ritual berjalan lancar. Sementara itu, pujawali di Pura Batu Sila Rupit jatuh setiap Pananggal ke-14 Sasih Kasa atau sehari sebelum Purnama Kasa dan sehari setelah Pujawali di Pura Jati.
Pada saat penataan di tahun 2020, selain dibangun sebuah palinggih, situs ini turut dilengkapi dengan bangunan penunjang berupa bale pasandekan dan panguwub. Arca Dewata Nawasangha juga didirikan menandai kawasan itu sebagai situs suci.











