}} Pura Patirtaan Rejeng Anyar, Situs Patirtaan Ida Bhatari Dewi Danuh di Pinggir Danau Batur - Bebaturan.id

Pura Patirtaan Rejeng Anyar, Situs Patirtaan Ida Bhatari Dewi Danuh di Pinggir Danau Batur

Gatra Desa, Parahyangan
Jeroan Pura Rejeng Anyar Desa Adat Batur

Batur, Bebaturan.id – Pura Patirtaan Rejeng Anyar Desa Adat Batur yang berada di tepi jalan Pura Jati-Toya Bungkah, Desa Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli akhirnya diplaspas pada Sukra Paing Gumbreg, nemuning Pananggal ping 12 Sasih Kasa, 30 Juni 2023. Pura ini diplaspas setelah memerlukan beberapa waktu untuk dibangun kemudian dilakukan upacara Rsi Gana pada 25 Juni 2023.

Kawasan Rejeng Anyar yang berada di timur Pura Jati oleh masyarakat adat Batur dinyatakan merupakan salah satu kawasan suci. Pada kawasan inilah terdapat patirtaan yang merupakan salah satu dari 11 patirtaan Ida Bhatari Danuh.

Keberadaan Tirta Rejeng Anyar disebut dalam puja mantra khas yang dilantunkan Jero Balian Batur dalam muput berbagai macam upacara. Pada kawasan ini juga terdapat laba desa adat yang pengelolaannya menjadi hak dari Jero Gede Batur Duhuran, sehingga kawasan itu juga disebut sebagai Belong Jero Gede.

Jero Gede Batur Duhuran mengatakan sebelum kembali dibangun, sebelumnya di kawasan tersebut hanya ada sebuah palinggih sebagai tanda. Disebut Rejeng Anyar, kemungkinan karena lahar yang menghujam kawasan tersebut terjadi lebih muda dibandingkan lahar yang mungkin meleleh ke kawasan Pura Jati (Rejeng Let).

Pementasan Tari Sakral Baris Dadap pada prosesi mlaspas di Pura Rejeng Anyar Desa Adat Batur.
Pementasan Tari Sakral Baris Dadap pada prosesi mlaspas di Pura Rejeng Anyar Desa Adat Batur.

Menurut catatan, Pura Jati sempat mengalami kerusakan parah akibat letusan Gunung Batur tahun 1706 Saka (Candrasangkala Kalamasa Windu Sapta Bumi) atau tahun 1784 Masehi. Sementara itu, menurut catatan orang asing Gunung Batur pernah mengalami erupsi pada tahun 1888 dan laharnya mengalir ke bagian tenggara sampai ke Danau Batur.

Terkait dengan struktur bangunannya, Jero Gede menjelaskan pura ini terdiri atas tiga mandala, yakni jabaan, jaba tengah, dan jeroan. Jabaan adalah kawasan halaman pura yang juga difungsikan sebagai parkir kendaraan. Dari jabaan, pamedek dapat melewati candi bentar yang diapit dua dwalapara untuk menuju ke jaba tengah. Selain itu juga ada dua pintu masuk semu yang berada di kanan-kiri jaba tengah untuk akses ke jabaan.

Jaba Tengah difungsikan sebagai tempat melangsungkan kesenian-kesenian sakral, seperti baris, rejang, topeng wali, maupun wayang. Selain itu, kawasan ini juga difungsikan sebagai kawasan pesandekan, meskipun saat ini belum dibangun bale-bale atau piranti pendukung.

Sebuah tangga yang diapit dua naga besar di kanan-kirinya adalah akses menuju Jeroan. Pada kanan dan kiri tangga terdapat taman patirtaan yang masing-masing terdapat arca dewa mengeluarkan air.

Pada mandala Jeroan, terdapat deretan palinggih utama yang dipuja di pura tersebut. Palinggih-palinggih tersebut berderat di belakang dua buah bale papelik. Deretan palinggih dari kanan ke kiri antara lain Palinggih Ida Ratu Ayu Rejeng Anyar, Palinggih Ida Bhatara Sri-Sedana, Padmasana, Palinggih Ida Ratu Ayu Tengahing Segara, dan Palinggih Pranamya berupa bebaturan pertiwi.

“Bhatari yang dipuja di Pura Rejeng Anyar adalah Ida Bhatari Ayu Rejeng Anyar, manifestasi Ida Bhatari Dewi Danuh. Setelah upacara ngenteg linggih dan mlaspas ini, pujawali ke hadapan beliau akan dilakukan setiap Pananggal ping 13 Sasih Kasa yang juga bertepatan dengan pujawali di Pura Jati dan Pura Segara,” kata Jero Gede Batur. Jpd

___

Penulis/Foto: Jero Penyarikan Duuran Batur

Editor: Carik Hulu

Berita terkait