Oleh Tim Penulis Buku Pura Ulun Danu Batur Hulu Suci Balidwipa Mandala (2024).
Foto: Madya Mandala Pura Pelisan Batur (Tim Penulis Buku Pura Ulun Danu Batur Hulu Suci Balidwipa Mandala).
Penyunting: Kurnia Dewi
===============
PURA Pelisan Batur adalah pura patirtaan Ida Bhatari Dewi Danuh yang terletak di tepi Danau Batur, tepatnya berada di perbatasan wewidangan Desa Adat Batur dan Desa Adat Kedisan. Secara administratif pura ini terletak di Desa Batur Tengah.
Pura Pelisan acap kali disebut sebagai Pura Pancoran Solas. Penyebutan ini terkait dengan fungsi pura tersebut sebagai tempat memohon Tirta Solas, yakni sebelas tirta utama milik Ida Bhatari Dewi Danuh. Kesebelas tirta itu meliputi Tirta Bantang Anyud, Tirta Telaga Waja, Tirta Danu Gadang, Tirta Danu Kuning, Tirta Pelisan, Tirta Mangening, Tirta Pura Jati, Tirta Rejeng Anyar, Tirta Mas Bungkah, Tirta Mas Mampeh, dan Tirta Prapen Pingit.
Menurut keyakinan masyarakat adat Batur, kesebelas tirta tersebut nyampuh (bercampur) di buka patirtaan ini. Tirta Solas biasanya akan dimohon dengan bersaranakan bumbung (ruas bambu) sejumlah 11 ruas yang disusun sedemikian rupa. Namun, satu dari 11 ruas bambu tersebut akan dibuat lebih tinggi sebagai tanda Tirta Pura Jati. Tirta Solas penyempurna pelaksanaan upacara. Tirta ini akan dimohon apabila Desa Adat Batur menggelar upacara dalam tingkatan yang besar, misalnya mlaspas, ngenteg linggih, masadi, tawur, atau pujawali Ida Bhatara.
Mandala Pura Pancoran Solar terdiri atas tiga bagian. Bagian terdalam adalah kawasan utama mandala yang dipisahkan oleh kori agung dan sepasang candi bentar di kanan-kiri kori agung tersebut. Di utama mandala, terdapat sebuah palinggih bebaturan yang memanjang. Pada palinggih tersebut ditempatkan arca-arca Dewata Nawa Sangha dan Tri Purusa (Siwa, Sadasiwa, Paramasiwa), sehingga berjumlah sebelas buah. Tidak ada bangunan lain di kawasan utama mandala, selain bale pawedaan yang digunakan oleh pemangku saat ngastawa upacara. Namun, di kawasan utama mandala pura ini terdapat ikon berupa sebatang pohon besar jenis ficus.
Bagian madya mandala adalah kawasan penataran yang lapang. Hanya ada palinggih apit lawang yang mengapit tangga kori agung. Kawasan madya mandala ini dibatasi oleh panguub (tembok) dan terdapat satu akses masuk di bagian depan. Madya mandala biasanya digunakan untuk pementasan tari baris sakral dan tempat menabuh gong.
Sementara itu, kawasan nista mandala adalah kawasan di luar panguub pura. Di bagian belakang pura terdapat tempat malukat yang didesain berdasarkan konsep pancoran solas. Selanjutnya di tepi danau juga terdapat palinggih kecil pangayatan Ida Bhatari Danuh sebagai tanda titik memohon tirta. Palinggih ini dibatasi dengan panguub tersendiri.
Pujawali di Pura Pelisan jatuh dua kali dalam setahun. Pertama jatuh pada Pananggal ke-12 Sasih Kasa yang dilaksanakan pada palinggih di tepi danau. Pujawali kedua dilaksanakan pada Purnama Katiga, bersamaan dengan pujawali di patirtan-patirtan lain milik Ida Bhatari di seluruh Batur (upacara mendak tirta).*











