Oleh Tim Penulis Buku Pura Ulun Danu Batur Hulu Suci Balidwipa Mandala (2024).
Foto: Nista Mandala Pura Tirta Mas Mampeh saat pelaksanaan Ngusaba Dimel tahun 2023 (Jero Penyarikan Duuran).
Penyunting: Kurnia Dewi
===============
PURA Tirta Mas Mampeh terletak di sebelah barat Gunung Batur. Pura ini secara administratif terletak di Banjar Toya Mampeh, Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Letaknya sekitar 6,7 km dari Pura Ulun Danu Batur yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit melalui Jalan Culali-Yeh Mampeh.
Pura Tirta Mas Mampeh terletak berdekatan dengan Tirta Mas Mampeh yang muncul di tebing Kaldera II Batur. Pujawali pura ini jatuh pada Purnama Sasih Katiga. Pura Tirta Mas Mampeh menjadi sentral kegiatan Ngusaba Dimel yang dilaksanakan setiap tahun pada tahun Saka ganjil.
Tirta Mas Mampeh memiliki posisi dan nilai filosofis yang penting dalam struktur spiritual Batur. Secara mitologi yang juga didukung uraian lontar Purana Tattwa Rajapurana Pura Ulun Danu Batur, Tirta Mas Mampeh adalah anugerah Bhatara Indra kepada manusia Bali. Tirta ini sebelumnya dilempar dari Tirta Empul menggunakan bumbung (ruas bambu) dan diterima dengan tangan kanan oleh Ida Bhatari Ayu Mas Membah.
Tirta di dalam ruas bambu itu diamanatkan untuk ditanam di lereng sebelah barat Gunung Batur. Setelah ditanam, muncullah mata air yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Berdasarkan amanat tersebut pula tirta tersebut diberi nama Tirta Mas Mampeh dan berfungsi sebagai air suci untuk pertanian. Air suci ini pula yang dimohon oleh masyarakat subak ketika memohon air suci ke Pura Ulun Danu Batur.
Pada mitologi Ida Ratu Ayu Mas Membah yang eksis di banyak tempat di Bali, tirta inilah yang dijual oleh Ida Bhatari. Dalam proses penjualan air suci tersebut interaksi terjadi antara Ida Bhatari Dewi Danuh dan masyarakat di setiap desa yang didatangi. Pada akhirnya, interaksi tersebut melahirkan ikatan yang terjalin sampai saat ini antara masyarakat di desa-desa tersebut dengan Pura Ulun Danu Batur
Berdekatan dengan air terjun Tirta Mas Mampeh terdapat palinggih patirtaan berupa gedong dan bebaturan. Palinggih tersebut dibangun di dinding tebing, tepatnya di bawah sebuah pohon ara.

Sementara itu, panataran Pura Tirta Mas Mampeh dibagi atas tiga mandala. Utama mandala terdapat palinggih-palinggih utama yang berupa padmasana, palinggih gedong, dan palinggih pertiwi. Pada areal ini juga terdapat bale pasamuhan, dan bale pasandekan. Selanjutnya, areal madya mandala berada di tengah-tengah terdapat bale gong, bale angklung, bale kulkul, dan bale pasandekan.
Berbeda dengan pura yang lain, pembatas areal utama mandala dan madya mandala adalah sebuah candi bentar, sedangkan pembatas madya mandala dan nista mandala (jabaan) adalah tiga buah gelung kori. Gelung kori di tengah diperuntukkan khusus untuk akses Ida Bhatara-Bhatari dan pralingga-pralingga-nya, sedangkan gelung kori pangapit diperuntukkan untuk akses umat.
Kawasan Pura Tirta Mas Mampeh saat ini menjadi salah satu tujuan wisata spiritual. Pada patirtaan yang berupa air terjun itu bisa dilakukan aktivitas spiritual berupa malukat (pembersihan diri secara jasmani-rohani).











