BATUR (Bebaturan.id) – Pura Alas Arum Batur melaksanakan pamadikan (penunjukan) 30 orang palancang anyar. Pamadikan dilaksanakan pada Saniscara Paing Ukir, 6 Januari 2024 sebagai langkah meregenerasi prajuru pura.
Tiga puluh orang yang di-padik berasal dari pangayah pangempon/panyungsung Pura Alas Arum Batur, Desa Adat Batur. Pola penunjukan menggunakan pola kuno yang sejalan dengan sistem ulu-apad.
Pamucuk Pura Alas Arum Batur, Jero Lingsir Makalihan mengatakan pelaksanaan pamadikan Palancang Pura Alas Arum Batur dimulai dengan paruman (rapat internal) antara paduluan/pakraman dan pemangku untuk menentukan bakal calon palancang anyar. Proses ini telah dilaksanakan kurang lebih sejak setahun lalu.
“Setelah terinventarisir, nama-nama bakal calon palancang yang bersumber dari database krama tempek pengayah pangempon/panyungsung Pura Alas Arum Batur, selanjutnya kami melaksanakan matur piuning (izin, red) ke Desa Adat Batur, memohon panugrahan (anugerah) kepada Jero Gede Batur dan Kasinoman Desa Adat Batur,” kata Jero Lingsir.
Proses matur piuning ke Desa Adat Batur menjadi proses yang penting, sebab secara adat seluruh pangayah di Desa Adat Batur yang telah melakukan proses matakaturun (mapragat) adalah krama Desa Adat. “Kami mohon panugrahan kepada Jero Gede Batur Makalihan dan Kasinoman Desa Adat Batur, yang dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu pada hari Jumat, 8 Desember 2023 dan Sabtu, 30 Desember 2023. Dari hasil matur piuning, Jero Gede Batur Makalihan dan Kasinoman Desa Adat Batur memberi anugerah sebanyak 30 orang pangayah untuk kapadik (ditunjuk) menjadi Palancang Pura Alas Arum Batur,” kata Jero Lingsir
Menindaklanjuti anugerah dari Desa Adat Batur, kembali dilaksanakan paruman (rapat internal) antara paduluan/pakraman dan pemangku untuk menentukan hari baik melaksanakan proses pamadikan (penunjukan). Paruman dimaksud dilaksanakan pada Kamis, 4 Januari 2024 atau pada Wraspati Kliwon Ukir. “Hasilnya yakni pada hari Jumat, 5 Januari 2024, Sukra Umanis Ukir, akan dilaksanakan proses pamadikan Palancang Pura Alas Arum Batur, yang akan didahului dengan proses nyambangin (pemberitahuan) ke masing-masing rumah 30 orang bakal calon Palancang Pura Alas Arum Batur. Proses ini menggunakan sarana base sambang yang dilaksanakan oleh jero paduluan/pakraman dengan didampingi oleh palancang. Maksud proses ini agar 30 orang tersebut tidak meninggalkan rumah dan mempersiapkan diri untuk prosesi selanjutnya,” kata Jero Lingsir
Pada Sabtu, 6 Januari 2024 atau Saniscara Paing Ukir, prajuru kemudian melaksanakan prosesi pamadikan dengan menggunakan sarana canang buah base. Proses pamadikan dilaksanakan oleh jero paduluan/pakraman dengan didampingi oleh palancang dan kelian-kelian tempek pengayah. “Proses berjalan dengan lancar ke masing-masing rumah pangayah dimaksud. Semua menyatakan ngiring,” kata Jero Lingsir.
Setelah melalui prosesi pamadikan, bakal calon palancang kemudian matur piuning di sanggah kemulan masing-masing dan ke Penataran Pura Alas Arum Batur, serta kapaica (diberikan) destar putih bagi yang laki-laki dan selendang putih bagi yang perempuan, sebagai sawen (tanda) dan bukti karena menyatakan sudah bersedia ngayah menjadi Palancang Pura Alas Arum Batur. “Tiga puluh orang pangayah tersebut selanjutnya akan dicarikan hari baik guna melanjutkan prosesi patelah melalui bakti pawintenan palancang yang akan dilaksanakan kemudian setelah disepakati dewasa ayunya,” kata Jero Lingsir.
Adapun 30 orang calon Pelancang Pura Alas Arum Batur yang telah ditandai dan menyatakan kesiapan ngayah yakni Putu Widya Snicaya (Jero Batu Bedanginan), I Nyoman Arnala (Jero Batu Bedanginan), I Nengah Sarmida (Jero Batu Bedawanan), I Wayan Sanjaya (Jero Baris), I Nyoman Mahardika (Jero Gambel), I Komang Adi Dirgantara (Jero Baris), I Ketut Sumatera (Jero Batu Bedanginan), I Made Armika (Jero Batu Bedanginan), I Wayan Widia (Jero Baris), Putu Angga Septian Eka Cahya (Jero Baris).
Selanjutnya yakni Komang Hery Suyasa (Jero Batu Bedanginan), I Nengah Yon Ariono (Pecalang), I Wayan Suadnya (Jero Batu Bedanginan), I Nengah Sukarsa (Jero Batu Bedanginan), I Kadek Sandita (Jero Baris), I Kadek Wilantara (Jero Batu Bedanginan), I Made Herman Adi Kusuma (Jero Baris), I Nyoman Arta Gandi (Jero Baris), Gede Dana Laksana (Jero Batu Bedanginan), I Nengah Sadana (Jero Gambel).
Kemudian, I Kadek Bagiarta (Jero Batu Bedawanan), I Wayan Budiawan (Jero Gambel), I Made Asto (Jero Baris), I Nyoman Lahmat (Jero Batu Bedawanan), Wayan Rudy Sulastra (Jero Batu Bedanginan), I Wayan Yastika (Jero Baris), I Nyoman Ceritra (Jero Batu Bedanginan), Wayan Wismaeka (Jero Batu Bedanginan), I Made Sarta Negara (Jero Batu Bedanginan), dan I Wayan Yarmaka (Jero Gambel).
Sementara itu, Jero Gede Batur Duhuran membenarkan bahwa penunjukan palancang di Pura Alas Arum Batur merupakan bentuk regenerasi prajuru. Namun, ditegaskan bahwa pemilihan prajuru itu tidak serta merta melepas tanggung jawab yang bersangkutan sebagai krama Desa Adat Batur.
“Proses untuk madik itu harus dilalui dengan baik. Pertama harus izin dulu ke Desa Adat Batur, sebab bagaimana pun juga mereka adalah krama desa adat. Artinya, tidak boleh serta merta madik tanpa permisi ke desa adat yang memiliki krama. Prajuru Pura Alas Arum telah melakukan proses itu dengan matur piuning ke desa adat. Ini yang benar,” katanya.
Ke depan, Jero Gede Batur berharap palancang anyar yang baru ditunjuk di Pura Alas Arum Batur dapat ngayah dengan baik, baik di Pura Alas Arum maupun di Desa Adat Batur. “Harus terus berkolaborasi. Tidak melukapan ayah-ayahan di desa adat. Wajib tetap ngayah jika di desa adat ada pujawali atau karya. Ngiring bersama-sama ngayah, kolaborasi, untuk kebaikan dan keharmonisan desa,” kata Jero Gede Batur yang adalah Pamucuk Desa Adat Batur sekaligus Pamucuk Pura Ulun Danu Batur.
—-
Penulis: I Wayan Budana Yasa
Penyunting: Carik Hulu
Foto: Manggala Karya Pamadegan Pelancang Pura Alas Arum Batur 2024











