Batur (Bebaturan.id) – Krama Desa Adat Batur mulai melaksanakan kegiatan ngaturang canang sari dan ngayah untuk menyongsong upacara pakelem lima tahunan, Karya Agung Danu Kerthi Tawur Agung Labuh Gentuh, Meras Danu Lan Gunung Bakti Pakelem Ring Segara Lan Puncak Gunung Batur, Mapaselang Lan Mapadanan Isaka 1945 tahun Masehi 2023.
Menurut jadwal, upacara tersebut akan dilaksanakan di Pura Segara Ulun Danu Batur-Pura Jati pada Sabtu Pon Matal bertepatan pada Tilem Sasih Kapat, 14 Oktober 2023 mendatang. Adapun arca pralingga Ida Bhatara-Bhatari akan diturunkan mulai tanggal 11 Oktober 2023 dan akan nyejer sampai tanggal 20 Oktober 2023.
Pantauan Redaksi Bebaturan.id, masyarakat adat Batur mulai ngaturang karya (gotong royong) menyiapkan berbagai piranti upacara sejak Hari Minggu, 17 September 2023. Pada canang sari tersebut, krama adat akan mempersembahkan beras maupun piranti lainnya untuk mendukung pelaksanaan upacara.
Panitia telah membagi 24 banjar adat yang ada di Desa Adat Batur dan 2 kelompok suka duka (Suka Duka Batur Denpasar dan Suka Duka Batur Singaraja) ke dalam jadwal, di mana tiap harinya terdapat dua banjar/suka duka.
Dalam rentang tersebut, seluruh masyarakat adat akan bergotong royong menyiapkan sarana-sarana upacara, baik yang bersifat bebantenan yang disiapkan oleh krama istri maupun piranti-piranti uparengga karya.
Selain banjar adat, krama tempekan yang merupakan induk organisasi di Desa Adat Batur juga sudah mulai ngayah dari seminggu sebelumnya, utamanya Tempek Undagi yang mulai memasang rompok dan membangun bangunan upacara di Pura Segara Ulun Danu Batur dan Pura Jati Batur.
Menurut pantauan Redaksi Bebaturan.id, sejak Sabtu, 16 September 2023 krama subak yang menjadi anggota dari Pasihan Bhatari Sakti Batur juga mulai memenuhi undangan panitia upacara untuk mempersembahkan rerampen, yakni hasil bumi pendukung upacara. Rerampen tersebut sangat beragam, seperti bambu, janur, kelapa, pisang, maupun daun. Rerampen yang dipersembahkan secara esensi akan menjadi jatu (persembahan) untuk pelaksanaan yadnya.
Seiring berjalannya waktu dan semakin dekatnya pelaksanaan upacara, tensi kegotongroyongan diprediksi akan semakin meningkat, baik di Pura Ulun Danu Batur maupun di lokasi upacara di Pura Segara Ulun Danu Batur.
_____
Penulis/Foto: Redaksi
Penyunting: Carik Hulu











